| LMND-PRM Unjuk Rasa Serukan Kemandirian Rakyat Atasi Kapitalisme Dunia Pendidikan |
|
| Written by Zely Ariane |
|
There are no translations available.
Aksi massa soroti pemerintahan SBY-Boediono (Foto : Ardhi Wahdan) JOGJA Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Politik Rakyat Miskin (LMND PRM) Eksekutif Wilayah Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di bundaran UGM, Jumat (4/9). Dalam aksi itu, mahasiswa mengutuk kejahatan kapitalisme dalam dunia pendidikan di Indonesia yang diteruskan oleh rezim SBY Boediono. Koordinator aksi Wandani Bastian dalam pernyataan sikapnya menyatakan, terpilihnya kembali SBY dalam bursa presiden yang kini didampingi Boediono akan menambah penderitaan rakyat. Sebab pemerintah sekarang beserta elit politik busuk seperti Megawati, Prabowo, Wiranto dan partao politik peserta pemilu lainnya bertanggungjawab atas rendahnya tenaga produktif di negeri ini yang salah satunya dipengaruhi tingginya biaya pendidikan dan membuat masyarakat tidak bisa menjangkau akses pendidikan. "Tuntutan rakyat tentang pendidikan gratis bertentangan secara radikal dengan hasrat garis ekonomi politik rezim SBY JK yang neoliberalistik, begitu juga dengan rezim baru SBY Boediono," ujarnya. Sementara sistem pendidikan yang ada saat ini hanya berorientasi pada kebutuhan industri atau dengan kata lain kapitalisme. Peserta didik hanya dianggap sebagai buruh dan lembaga pendidikan sebagai pabrik sehingga pendidikan hanya diarahkan pada kepentingan para pemilik modal. Pemerintah selama ini dianggap hanya tunduk pada aturan main kapitalisme. Proyek privatisasi telah diterapkan pemerintah sehingga negara tidak mau bertanggungjawab atas pembiayaan pelaksanaan pendidikan rakyatnya. Persoalan pendidikan bangsa yang sangat kompleks ini sulit untuk diubah karena pemerintah tidak memiliki kesadaran untuk keluar dari jebakan neoliberal. Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka Indonesia akan semakin hancur dan tidak memiliki kedaulatan. "Karena itu untuk menyingkirkan neoliberalisme, rakyat harus bersatu secara mandiri. Kekuasaan rakyat miskin yang mayoritas akan menjadi landasan bagi pembentukan pemerintahan yang demokratik, pemerintahan rakyat miskin yang berkuasa dan memenangkan demokratis," paparnya. Ditambahkan Humas LMND PRM Yogyakarta, Mutiara Ika Pratiwi, eksklusifitas pemerintah tidak mampu memperbaiki pendidikan di Indonesia. Padahal masalah pendidikan pada saat ini masih banyak sekali dan perlu perbaikan sesegera mungkin. "Perlu pergerakan rakyat untuk mengatasi persoalan pendidikan karena pemerintah tidak mampu melakukannya. Kita hartus mampu menjadi manusia yang sehat, produktif, merdeka dalam melawan neoliberalisme rezim yang masih saja dilanjutan oleh pemerintahan SBY Boediono," jelasnya. ____________ Jumat, 04 September 2009 14:11:00 Ketua LMND-PRM Yogyakarta, Ika Pratiwi mengatakan, faham neoliberalisme, kapitalisme, neokolonialisme secara jelas dan nyata disandang oleh pasangan SBY-Boediono. "Bagaimana sekarang biaya pendidikan dari TK hingga PT yang semakin mahal dan tidak terjangkau. Bagaimana pula produk-produk yang sudah dihasilkan pemerintahan SBY sejauh ini, secara semu justru menyengsarakan rakyat," teriaknya di hadapan massa. |


