Home Mobilization MOHON SOLIDARITAS: REPRESIFITAS AKSI ALIANSI MAHASISWA MENGGUGAT (AMM) Nusa Tenggara Timur (NTT)
Bookmark and Share
Mobilization
MOHON SOLIDARITAS: REPRESIFITAS AKSI ALIANSI MAHASISWA MENGGUGAT (AMM) Nusa Tenggara Timur (NTT) PDF
Written by Zely Ariane   
There are no translations available.

KRONOLOGI

Aksi AMM Kupang AMM Stikes Kupang Pada tanggal 13 Juli 2009, kami melakukan aksi Orasi di depan Kampus STIKES Surabaya Multi Kelas Kupang, dengan Koordinator Lapangan (Korlap) kawan Ferdi Kase, Ketua LMND-PRM Eksekutif Kota Kupang. Aksi melibatkan 150 orang. Aksi yang dimulai pukul 08.00 tersebut menggangkat isu kejelasan status Kampus STIKES Surabaya, dengan menuntut: HADIRKAN Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI), KOPERTIS VII DAN VIII, SERTA YAYASAN PENANGGUNG JAWAB STIKES SURABAYA MULTI KELAS KUPANG. Apabila pihak kampus tidka segera menghadirkan para pihak yang dimaksud, maka kami meminta uang kami dikembalikan 100%.

Massa aksi masuk ke dalam kampus untuk melanjutkan orasi. Setelah itu, Ketua harian STIKES Surabaya Multi Kelas Kupang keluar dan mengatakan bahwa masalah ini sudah ditangani oleh DPRD PROPINSI NTT. Di tempatitu kami mengancam dengan menandatangani pernyataan di atas materai 6000, bahwa apabila dalam jangka waktu singkat Ketua Harian STIKES Surabaya tidak segera menghadirkan DIKTI, Kopertis VII dan VIII maka ia bersedia mengganti uang mahasiswa 100% sejak awal pendaftaran mahasiswa.

Setelah membacakan pernyataan sikap, massa diminta keluar oleh pihak Kepolisian, dengan alasan bahwa mahasiswa tidak boleh membawa organisasi lain ke dalam kampus selain organisasi intra-kampus. Namun BEM STIKES tidak menggubris permintaan tersebut. Organisasi ekstra-kampus yang dimaksud adalah LMND-PRM dan GEMA PRODEM. Seorang kawan LMND PRM mengatakan bahwa Polisi tidak berhak mengusi solidaritas organisasi ekstra-kampus, apalagi yang memiliki hak di dalam kampus adalah BEM STIKES sendiri, sehingga jika BEM meminta organ ekstra tetap bertahan di dalam kampus, maka Polisi tidak berhak melarang. Atas pernyataan tersebut, salah seorangi anggota kepolisian menangkap Koordinator Umum (Kordum) aksi tanpa ada sebab yang jelas. Lalu kami memaksa Kepolisian untuk melepaskan Kordum. Setelah itu Polisi mencari-cari masalah kembali dengan mempersoalkan izin aks yang menyatakan hanya berupa pendudukan di halaman kampus. Kemudian mahasiswa digiring keluar, dan melanjutkan orasi hingga pulang membubarkan diri

Pada tanggal 14 juli 2009, kami melakukan aksi lagi pada pukul 8 pagi di depan halaman kampus STIKES Surabaya Multi Kelas Kupang. Orasi dilakukan oleh Ketua BEM dan kawan-kawan LMND-PRM. Berikut kronologi singkatnya:

  • Puul 09.40: Polisi datang dan masuk ke halaman kampus dengan alasan mendapat perintah dari Ketua Harian STIKES Surabaya Multi Kelas Kupang, karena massa dituduh mengganggu ujian akhir Semester dan melakukan tindakan anarkis.Kemudian Ketua LMND-PRM di paksa keluar dari halaman kampus karena dianggap memprovokasi.
  • Pukul 10.23: Ketua LMND-PRM, selaku Korlap, dan beberapa kawan mahasiswa dipukul oleh aparatKkepolisian Resort Kota Kupang karena dituduh melawan perintah aparat kepolisian.
  • Pukul 10.30: peserta aksi menanyakan kenapa kami dipuku,l tetapi tanggapan kepolisian menyatakan bahwa kami adalah pemberontak.
  • Pukul 10.45: terjadi penangkapan terhadap kawan Ferdi (Ketua LMND-PRM) selaku Korlap, karena dianggap tidak menghargai pihak kepolisian dan memberontak
  • Pukul 11.50: kawan Mundo dari LMND-PRM mendesak kepolisian agar Ferdi dilepaskan, tetapi ada anggota kepolisian yang mencekik lehernya karena dianggap memprovokasi dan mendesak massa untuk melepaskan teman Ferdi.
  • Pukul 12.00: Kawan Ferdi dilepaskan, dan massa ditarik mundur dan pulang.

ALIANSI MAHASISWA MENGGUGAT (AMM) NTT
(BEM STIKES SURABAYA MULTI KELAS KUPANG,  EKSEKUTIF KOTA - LMND PRM, GEMA-PRODEM)


N.B. Hingga hari ini konsolidasi masih terus dilakukan untuk meneruskan langkah perjuangan selanjutnya.

Latar belakang dan berita-berita tambahan dapat dilihat di:

Pos Kupang

http://lmnd-prm.blogspot.com

www.timorexpress.com

Timor Express