| MOHON SOLIDARITAS: REPRESIFITAS AKSI ALIANSI MAHASISWA MENGGUGAT (AMM) Nusa Tenggara Timur (NTT) |
|
| Written by Zely Ariane |
|
There are no translations available. KRONOLOGI
Massa aksi masuk ke dalam kampus untuk melanjutkan orasi. Setelah itu, Ketua harian STIKES Surabaya Multi Kelas Kupang keluar dan mengatakan bahwa masalah ini sudah ditangani oleh DPRD PROPINSI NTT. Di tempatitu kami mengancam dengan menandatangani pernyataan di atas materai 6000, bahwa apabila dalam jangka waktu singkat Ketua Harian STIKES Surabaya tidak segera menghadirkan DIKTI, Kopertis VII dan VIII maka ia bersedia mengganti uang mahasiswa 100% sejak awal pendaftaran mahasiswa. Setelah membacakan pernyataan sikap, massa diminta keluar oleh pihak Kepolisian, dengan alasan bahwa mahasiswa tidak boleh membawa organisasi lain ke dalam kampus selain organisasi intra-kampus. Namun BEM STIKES tidak menggubris permintaan tersebut. Organisasi ekstra-kampus yang dimaksud adalah LMND-PRM dan GEMA PRODEM. Seorang kawan LMND PRM mengatakan bahwa Polisi tidak berhak mengusi solidaritas organisasi ekstra-kampus, apalagi yang memiliki hak di dalam kampus adalah BEM STIKES sendiri, sehingga jika BEM meminta organ ekstra tetap bertahan di dalam kampus, maka Polisi tidak berhak melarang. Atas pernyataan tersebut, salah seorangi anggota kepolisian menangkap Koordinator Umum (Kordum) aksi tanpa ada sebab yang jelas. Lalu kami memaksa Kepolisian untuk melepaskan Kordum. Setelah itu Polisi mencari-cari masalah kembali dengan mempersoalkan izin aks yang menyatakan hanya berupa pendudukan di halaman kampus. Kemudian mahasiswa digiring keluar, dan melanjutkan orasi hingga pulang membubarkan diri Pada tanggal 14 juli 2009, kami melakukan aksi lagi pada pukul 8 pagi di depan halaman kampus STIKES Surabaya Multi Kelas Kupang. Orasi dilakukan oleh Ketua BEM dan kawan-kawan LMND-PRM. Berikut kronologi singkatnya:
ALIANSI MAHASISWA MENGGUGAT (AMM) NTT
Latar belakang dan berita-berita tambahan dapat dilihat di:
|



Pada tanggal 13 Juli 2009, kami melakukan aksi Orasi di depan Kampus STIKES Surabaya Multi Kelas Kupang, dengan Koordinator Lapangan (Korlap) kawan Ferdi Kase, Ketua LMND-PRM Eksekutif Kota Kupang. Aksi melibatkan 150 orang. Aksi yang dimulai pukul 08.00 tersebut menggangkat isu kejelasan status Kampus STIKES Surabaya, dengan menuntut: HADIRKAN Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI), KOPERTIS VII DAN VIII, SERTA YAYASAN PENANGGUNG JAWAB STIKES SURABAYA MULTI KELAS KUPANG. Apabila pihak kampus tidka segera menghadirkan para pihak yang dimaksud, maka kami meminta uang kami dikembalikan 100%.