Home Direction Pejabat, Puasa dan Puisiku
Bookmark and Share
Direction
Pejabat, Puasa dan Puisiku PDF
Written by Barra Pravda   
There are no translations available.

Annaz

...

Kali ini puisiku penuh 'kutukan'
Kali ini puisiku penuh 'hujatan'
Apa benar puasa dilarang mengeluarkan makian?

...

Puasa?
Tak wajib bagi kaum papa
Karena dahaga jiwanya telah menjulang
Menggunung menanti tetesan belas kasih Si Kaya

Puasa?
"Kutahan lapar memilin lambung
dahaga berkarat tepat di leher yang murung
meski pecah bibir tak tersiram air
mulut selalu mengujar kata: 'Lapar tu(h)an...!'
Kata itu adalah kata yang lebih banyak terucap ketimbang bualan zikir
Pengharapan yang tak lebih dari secuil sihir"
Kata bocah perempaun mungil itu, sesaat siang di perempatan jalanan kota ku

Katanya lagi:
"Lapar adalah bangsat sesat yang menjilati lidah dan perut
Dahaga sedemikian liar mengendap-endap leher hingga badanku susut"

Taik kucing jika Si Sunar pemimpin Partai Dolkar berkoar memberikan kemakmuran pada pemilu 2009 lalu !
Taik kambing jika Ibu Wati berjuang demi demokrasi, menegakkan kemandirian ekonomi...padahal Ibu menjual murah industri bangsaku sejak terpilih pada tahun '99 yang lalu
Bagaimana Pak Jendral bajingan tengik yang bermuka 1000 itu, yang membunuhi demonstran dan mengangkangi hak asasi kok bisa-bisanya boleh ikut Pemilu?
Sementara incumbent yang dulu menipu dengan melepas pangkat tentara di pundaknya, makin bergelinjang nafsu menggagahi selangkangan para penjajah bangsaku
Yang taik KPU, Pemerintah atau Pejabat itu?

Hahahaha !
Semua sama
Tak ada bedanya
Si Sunar dari Partai Dolkar
Ibu Wati ‘pejuang demokrasi’
Pak Suka pedagang yang juga berkuasa
Semuanya sama saja
Sama-sama brengseknya

Ooo...ada lagi:
Pak Jendral Ini
Pak Jendral Itu
dan
Pak Jendral dari Partai Anu
Berlagak paling berjasa memenangkan kemerdekaan dengan mengusir kolonial
Mereka, para jendral lupa, bahwa ada baja yang tersemat dalam dada rakyat...membaja
"Merdeka atoe Mati...!!" Kata rakyat

Tapi.....Jendral itu masih bisa berkelit dari dendam kesumat rakyat
yang mengutuk tentara sebagai penjahat

Kali ini puisiku penuh 'kutukan'
Kali ini puisiku penuh 'hujatan'
Apa benar puasa dilarang mengeluarkan makian?

Jika benar, maka Puisiku terbebas dari 'dosa'
Karena puisiku menuliskan kebenaran yang tak sempat tercatat oleh sejarah
Puisiku seperti angin yang menunjukkan pengembara arah

Pejabat, Puasa dan Puisiku
Apakah berguna bagi kaum kere yang kutemui di perempatan jalanan kota ku?
Kaum kere mayoritas penghuni Bumi
Kaum kere yang tiap hari tiap menit hidupnya tak tentu nasi
Laparnya melebihi derita dhuafa yang paling fakir
Zikir dan nyanyian Injil tak bisa melenyapkan kekosongan perut si miskin
Tetua-tetua negri ini mengalami sesat fikir

Dan aku,
Tak pernah genap puasaku
karna kau selalu telanjang dalam keremangan
Akan kuambilkan cahaya agar terang dunia kita sayang
Dunia dalam petak

tak usah terlalu mengindahkan bulan ini
tak mesti puja lebih dari sesiapa
tak harus derita merajai jiwa
tak usah terlalu pasrah diri untuk menentukan mati

Kini, tak akan ku puasakan mauku
Jangan pula kau puasakan tuntutanmu

Kepada para dhuafa dan kaum papa
tak terkecuali juga kau
kere-kere penghuni sudut-sudut kota
Mari berkumpul di tepian telaga
Minumlah airnya untuk hapus dahaga

Mari berkumpul membangun kekuatan menantang
Bersiaplah !!!
Esok pagi kita akan menyerang
Merenggut pusat-pusat pertahanan lawan
Menduduki kekuasaan.

--barrapravda--
Kld, 6 september 2009
22.22’

 

KPRM-PRD's Note

Origin of the Economy, Politics, and Culture Crisis of Indonesia.

A. 350 years Colonialism : Inheritance colonialism in Indonesia.
B. Stronghold defeat "socialism a la Indonesia" (citadel of mass mobilization-farm labor) in 1965 (which sought a way to build a democracy that Indonesia does not depend on the imperialist) to enable (i) of the New Order regime, and (ii) the capitalist economy that is not industrialized; and especially (iii) demolition achievements achievements-national democratic revolution in Indonesia during 1900-1965 at the top of the citadel of socialist defeat in 1965 (the people must learn the history of New Order). In other words, is a victory (a) the political elite to the dictatorship of democracy and mass mobilization (b) neo-colonialism.
C. Neo-liberalism: The failure of political regime and economic elites, neo-colonial country and defend the people from the globalization of neo-liberalism-which is the most malignant form of the new neo-colonialism, capitalism and the crisis of international significance increase profits from the investment-investment, so that require increased extortion.

Who fought furiously, who fought a half-hearted, and who their enemies?

Historically should note:
A. Social strength (strength class), which moves from period to period. Role of youth, a young intellectual, poor traders, laborers and farmers in the resistance against colonialism until 1949; the development of the movement "socialism a la Indonesia" the period 1949-65, and in resistance to the New Order in the phase.
B. History of who organize and fight for the idea (a) the mass action and (b) socialism a la Indonesia in all this period, which should also describe the figures and ideas, idea, and also a growing political organization.
C. The situation now.
Historically must described:
A. The strength of social (class) which is capable of and concerned with (proletarian and students, with the special position of the mass majority, that is, mass semi-proletarian and bourgeois small-impoverished and oppressed the poor, the city / town and village Marhaen)
B. Who is the enemy of the people in the country and why: the remnants of New Order, the military, reformis fake, fake nationalist, all of which stand at the top of the class interests of capitalists in the country with all the conflict-conflict. Who musah abroad: imperialistic, imperialist pemrintah-government, international financial institutions, MNC companies and international banks
C. Who strategic partners in and outside the country, both in class and organization. In explaining aspects of the organization in the country must be accompanied with a thorough explanation, sensitive, humble, but to the scientific situation fragementasi pioneering. Strategic partners prospective partners is unity.
D. Who tactical ally: this changed from time to time, can force the social (class or a part of a class), can be individuals or organizations.